Rabu, 06 November 2013

V FOR VENDETTA


Resensi film “ V For Vendetta “







            “ V For Fendetta “ adalah sebuah film tentang revolusi yang diangkat dari novel karya Alan Moore dan David Lloyd. Film ini sendiri mengangkat tema tentang revolusi di Inggris, dan berlatar di masa depan dimana dunia telah mengalami perang besar dan inggris berhasil bertahan dari kehancuran. Dimana terdapat  politikus ambisius yang mengambil kesampatan pasca perang untuk mengubah segala sistem di inggris dan berhasil membuat suatu rezim yang bersifat totaliter.

            Hal ini bermula pasca perang dan memaksa untuk terjadinya kelaparan, wabah penyakit, dan kekacauan sehingga membenarkan politikus untuk menerapkan sistem yang fasisfik. Dimana semua hal di atur oleh Negara, tidak ada kebebasan berpendapat, penyetaraan hukum, bahkan beragama. Selain satu agama yang di izikan oleh pemerintah, maka mereka akan di buikan.

            Dalam keteraturan otoriter yang diciptakan pemerintah muncullah seorang pemberontak yang menamakan dirinya “V”.” V “ adalah karakter utama dalam film ini, yang merupakan salah satu dari korban rezim otoriter pemerintah yang selamat. Iya berasal dari sebuah penjara yang merupakan pengasingan bagi para masyarakt yang tidak patuh dan dijadikan kelinci percobaan dari rencana pemerintah untuk menciptakan senjata biologis terhebat di dunia. ” V ” selalu menggunakan kostum ala “Guy Fawks” dalam setiap aksinya. Dia bertujuan untuk meruntuhka pemerintahan korup yang saat ini memimpin Inggris. Dimana dia telah mengantongi beberapa nama pemerintah korup, dan menyelesaikan tugasnya satu persatu.

                     
            Berawal dari tanggal 5 november ketika “V” memberikan teror untuk meledakan gedung parlemen Inggris. Namun pemerintah mengaburkan berita tersebut melalui berita bohong di televisi nasional. Namun “V” pun membajak gedung televisi nasional dengan membawa bahan peledak di dalam jubahnya dan menegaskan bahwa dia benar benar akan menghancurkan gedung parlemen. Dan di gedung televisi nasional itulah “V” bertemu dengan evey yang kemudian ia daulat sebagai penerusnya kelak.

            Teror pun menyebar luas ke seantero Inggris, dan satu persatu pemerintah korup tutup usia dengan mawar persembahan “V” yang menghantarnya. Dan masyarakat pun mengetahui hal tersebut, mereka panik, dan menjadi anarki. Anarki adalah cara “V” untuk meruntuhkan pemerintahan fasistik rezim pemerintah.         
Dan semua berlanjut hingga “V” berhasil mengeluarkan jati diri masyarakat. Masyarakat pun berani menentang pemerintahan yang fasistik dengan cara cara yang anarki. Dan pada akhirnya masyarakat menyadari dan  mendukung rencana “V” . Di tanggal 5 november seluruh masyarakat menuju gedung parlemen Inggris dengan menggunaka kostum Guy Fawks untuk menyaksikan aksi terakhir “V”.

           

Pendapat saya mengenai film ini:

            Menurut saya ini merupakan sebuah karya yang sangat luar biasa. Dengan tema yang sangat luar biasa, dan cerita yang sangat luar biasa. Dimana terjadi satu pemikiran yang dimiliki oleh sang tokoh utama, menjadi pemikiran suatu negara dan menghancurkan rezim fasistik yang sedang berkuasa. Dimana terdapat kreatifitas dan cara dalam melakukan hal tersebut yang seharusnya dapat menginspirasi kita dalam hal apapun. Meskipun secara fisual film ini tidak menggunakan hal hal yang terlalu rumit, namun film ini secara keseluruhan sangat menarik dan harus anda saksikan.

            Keterangan film:

Judul                           : V For Vendetta

Sutradara                     : James McTeigue

Distributor                   : Warner Bros

Tayang Perdana          : Maret 2006

Latar Tempat              : Inggris

Latar Waktu                : Masa Depan

Pemeran                      :     
Pemeran
Berperan sebagai
Evey Hammond
V
Eric Finch
Chancellor Sutler
Gordon Dietrich
Dr. Delia Surridge
Bishop Lilliman
Creedy
Dominic
Valerie
Lewis Prothero
Dascomb